Tugas 3 : Hukum Perikatan
1. Pengertian Hukum Perikatan
Perikatan ialah suatu hubungan hukum ( mengenai kekayaan harta benda ) antara dua orang, yang memberi hak pada yang satu untuk menuntut barang sesuatu dari yang lainnya, sedangkan orang yang lainnya ini diwajibkan memenuhi tuntutan itu.
2. Dasar Hukum Perikatan
Dasar hukum perikatanberdasarkan KUHP Perdata terdapat tiga sumber adalah sebagai berikut :
a. Perikatan yang timbul dari persetujuan ( perjanjian).
b. Perikatan yang timbul dari Undang – Undang, Perikatan yang berasal dari Undang-Undang dibagi lagi menjadi undang-undang saja dan undang-undang dan perbuatan manusia. Hal ini tergambar dalam pasal 1352 KUH.
c. Perikatan terjadi bukan perjanjian, tetapi terjadi karena perbuatan melanggar hukum ( onrechmatige daad) dan perwakilan sukarela ( zaakwarneming).
3. Azas – azas dalam Hukum Perikatan
a. Azas Kebebasan Berkontrak , azas ini dapat dianalisis dari ketentuan pasal 1338 ayat (1) KUHPer, yang berbunyi : “ Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. “
b. Azas Konsesualisme, azas ini dapat disimpulkan dalam pasal 1320 ayat (1) KUHPer . Pada pasal tersebut ditentukan bahwa salah satu syarat sahnya perjanjian adalah adanya kata kesepakatan antara kedua belah pihak.
c. Azas Kepastian Hukum, azas ini disebut juga asas pacta sunt servanda merupakan azas yang berhubungan dengan akibat perjanjian, dimana hakim atau pihak ketiga harus menghormati substansi kontrak yang telah dibuat oleh para pihak, sebagaimana layaknya sebuah undang-undang.
4. Wanprestasi dan Akibat – akibatnya
a. Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya, akibatnya membayar kerugian yang diderita kreditur atau dengan singkat dinamakan ganti-rugi.
b. Melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana dijanjikan, akibatnyapembatalan perjanjian atau juga dinamakan “pemecahan” perjanjian.
c. Melakukan apa yang dijanjikannya tetapi terlambat, akibatnya peralihan resiko.
d. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya, akibatnya membayar biaya perkara, kalau sampai diperkarakan di muka hakim.
5. Hapusnya Perikatan
Pasal 1381 Kitab Undang – undang Hukum Perdata menyebutkan sepuluh cara hapusnya suatu perikatan. Cara-cara tersebut, yaitu :
a. Pembayaran,
b. Penawaran pembayaran tunai diikuti dengan penyimpanan penitipan,
c. Pembaharuan hutang,
d. Percampuran hutang,
e. Pembebasan Hutang,
f. Musnahnya barang yang terhutang,
g. Kebatalan/Pembatalan,
h. Berlakunya suatu syarat batal, dan
i. Lewatnya waktu.
No comments:
Post a Comment